Kebutuhan Air Minum Sapi Perah

Air

Air adalah komponen penting dan terbesar dalam tubuh hewan. Air sangat dibutuhkan dalam berbagai fungsi biologis dan metabolisme tubuh seperti pengaturan suhu tubuh, membantu proses pencernaan, pengaturan tekanan osmose darah, transport nutrient, hormone dan zat lain yang di perlukan tubuh, pertumbuhan fetus, produksi susu dsb. Kebutuhan akan air pada hewan ternak bahkan lebih penting dibandingkan dengan kebutuhan makan.

Kebutuhan air  pada masing-masing hewan sangat bervariasi tergantung oleh berbagai factor seperti:

  • Jenis dan ukuran tubuh hewan. Semakin besar tubuh hewan tentu semakin besar pula kebutuhan air.
  • Status fisiologis hewan. Hewan bunting, menyusui dan pada masa pertumbuhan membutukan lebih banyak air. Sapi yang menyusui membutuhkan tambahan 0,86 kg air/kg susu. Sapi bunting dan pedet meningkatkan konsumsi air 30-50%
  • Tingkat aktifitas. Hewan yang sering beraktifitas tentu saja membutuhkan air minum yang lebih banyak
  • Jenis dan kualitas pakan/Dry matter intake (DMI). Hewan yang di beri Pakan kering membutuhkan air yang lebih banyak daripada yang diberikan pakan basah. Terbatasnya air akan menurunkan intake pakan (DMI)
  • Kualitas air. Rasa dan salinitas air mempengaruhi jumlah air yang konsumsi.
  • Jarak dan ukuran Tempat air minum. Sedikitnya tempat minum atau terlalu padatnya populasi memungkinkan terjadinya kesulitan mendapatkan air pada beberapa ternak
  • Temperature air. Hewan pada umumnya menyukai air dengan suhu lebih rendah dari suhu tubuhnya. Air yang terlalu dingin atau terlalu panas tidak disukai hewan ternak.
  • Temperature udara

Kebutuhan air di penuhi melalui 3 sumber yaitu dari:

  • air minum
  • air yang terkandung dalam pakan
  • air dari hasil metabolisme tubuh

Memprediksi Kebutuhan air minum untuk  sapi perah

Sapi perah membutuhkan air dalam jumlah yang cukup banyak karena sebagian besar komponen penyusun susu (87%) adalah air. Berbagai penelitian telah dilakukan untuk menghitung berapa banyak kebutuhan air minum pada sapi perah. Salah satu rumus yang sering dipakai untuk mengetahui kebutuhan air minum pada sapi perah per hari ialah:

Drinking water intake (kg/d) = 15.99 + (1.58 x DMI, kg/d) + (0.9 x milk, kg/d) + (0.05 x Na intake, g/d) + (1.20 x min temp C) (Murphy et al., 1983)

Sedangkan untuk sapi kering kandang :

Free water intake (kg/d) = -10.34 + (0.2296 x dry matter % of diet) + 0.2212 x DMI (kg/d) + (0.03944 x (CP% of diet)2) (Holter and Urban, 1992)*CP: Crude protein

Tipe sapi

Produksi susu

(kg/hari)

Range konsumsi air

(Lt/hari)

Rata-rata konsumsi air

(Lt/hari)

Pedet (1 – 4 bulan)

-

4,9 – 13,2

9

Dara (5 – 24 bulan)

-

14,4 – 36,3

25

Induk Laktasi

13,6

68 – 83

115

22,7

87 – 102

36,3

114 – 136

45,5

132 – 155

Induk kering

-

34 – 49

41

Kualitas air minum

·Salinitas , Total Dissolved Solids (TDS)

Salinitas adalah tingkat keasinan atau kadar garam yang terlarut dalam air. TDS (Total Dissolve Solid) yaitu ukuran zat terlarut (baik itu zat organic maupun anorganic, mis : garam, dll) yang terdapat dalam air. Salinitas sering kali di ukur sebagai TDS atau TSS yang menggunakan satuan ppm (parts per million) setara dengan mg/l atau µg/ml. Salinitas bisa juga diukur dengan electrical conductivity (EC) dengan satuan micro ohms per centimeter (µmhos/cm), dimana 1ppm mendekati 3/5 µmhos/cm.

Salinitas

Keterangan

Kurang dari 1000 ppm

(kurang dari 1670 µmhos/cm)

Bagus untuk air minum

1000 ppm – 2999 ppm

(1670µmhos/cm – 5008 µmhos/cm)

Aman digunakan untuk berbagai jenis hewan ternak.Walaupun kadang menyebabkan sedikit diare pada hewan yang sensitive tetapi tidak menganggu kesehatan

3000 ppm – 4999 ppm

(5010µmhos/cm – 8348 µmhos/cm)

Boleh digunakan sebagai air minum tetapi kadang menyebabkan diare pada hewan ternak dan jelek untuk air minum unggas.

5000 ppm – 6999 ppm

(8350µmhos/cm – 11688 µmhos/cm)

Boleh digunakan sebagai air minum pada hewan ternak, tetapi jangan diberikan untuk hewan bunting dan menyusui.

Dapat menghambat pertumbuhan dan meningkatkan angka kematian pada unggas

7000 ppm – 10.000 ppm

(11690µmhos/cm – 16700 µmhos/cm)

Menyebabkan heat stress, kehilangan
air dlm tubuh, dan berbahaya untuk hewan bunting

Lebih dari 10.000 ppm

( lebih dari 16.700 µmhos/cm)

Tidak direkomendasikan untuk air minum

35.000 ppm

(58450µmhos/cm)

Air asin, efek tergantung zat yang terkandung

Tingkat Kesadahan / Hardness

Merupakan banyaknya kandungan ion Ca2+ dan Mg2+ dalam air. Kesadahan juga di pengaruhi oleh adanya polyvalent metal seperti Al, Fe, Mn, Sr dan Zn. Air dikatakan sadah jika kandungan ion dari mineral tersebut tinggi. Dan dikatakan lunak (soft) jika kandungan kandngan ion tersebut rendah.

Klasifikasi air berdasarkan kesadahan

Tingkat kesadahan

Ppm (CaCo3)

Lunak (Soft)

0 – 60

Agak sadah (moderat)

60 – 120

Sadah (hard)

120 – 180

Sangat sadah ( very hard)

Lebih dari 180

Tingkat kesadahan tinggi tidak begitu berpengaruh pada sapi hingga 290 ppm. Air sadah sering menyebabkan terjadinya kerak pada wadah atau pipa saluran air.

·
pH

Air minm untuk hewan ternak termasuk sapi perah sebaiknya pH berkisar antara 6.0 – 8.0 (mendekati netral). pH yang terlalu tinggi (basa) atau terlalu rendah (asam) bias menyebabkan gangguan non spesifik pada saluran pencernakan, diare dan nafsu makan menurun.

·
Nitrat

Nitrogen dalam bentuk nitrat sebenarnya tidak beracu bagi sapi ruminansia, tetapi ketika di reduksi menjadi nitrit dalam rumen dan di absorbsi kedalam darah, nitrit akan menyebabkan terjadinya penurunan kemampuan Hb dalam mengikat oksigen. Pada sapi yang diberikan pakan dengan kandungan nitrat tinggi (mis: silase) dan kandungan nitat dalam air minum juga tinggi maka berbahaya. Keracunan Nitrat juga dapat menyebabkan pertumbuhan terhambat, infertilitas, abortus, defisiensi vit. A dan penurunan produksi susu.

Nitrat
/ NO3

(ppm)

Nitrat-nitogen / NO3-N

(ppm)

Keterangan

0 – 44

10

Aman digunakan sebagai air
minum untuk hewan ternak

45 – 132

11 – 20

Masih aman digunakan asal pakan tidak mengandung kadar nitrat yang tinggi

133 – 220

21 – 40

Bisa berbahaya jika dikonsumsi dalam waktu lama

221 – 660

41 – 100

Berbahaya jika diberikan, mungkin bias menyebabkan kematian pada sapi

661 – 800

101 – 200

Beresiko tinggi menyebabkan kematian

Diatas 800

Diatas 200

Jangan di gunakan sebagai air minum

·
Sulfat

Sulfat dalam air biasanya bersenyawa dengan calcium(Ca), besi(Fe), magnesium(Mg) dan sodium(Na) dan semuanya bersifat laxsative (merangsang pengeluaran feses). Hydrogen sulfide merupakan senyawa sulfat yang paling toxic. Sapi yang meminum air mengandung sulfat lebih dari 5000 mg/l dapat menurunkan konsumsi pakan dan air. Kandungan sulfat dalam air yang direkomdasikan adalah:

  • · Pedet : < 500 ppm
  • Dewasa : < 1000 ppm

·
Mikroorganisme

Air yang digunakan sebagai sumber air minum sebaiknya mempunyai jumlah total bakteri (coliform + non coliform) dibawah 200 per 100 ml. Sedangkan air dengan total bakteri lebih dari 1 juta per 100 ml sebaiknya jangan dugunakan sebagai sumber air minum.

Bakteri yang sering menyebabkan gangguan kesehatan adalah coliform. Coliform bisa berasal dari tanah (nonfecal coliform) maupun berasal dari feces (fecal coliform). Untuk pedet jumlah total dan fetal coliform harus kurang dai 1 per 100 ml. Sedangkan untuk dewasa jumlah total coliform harus kurang dari 15 per 100 ml dan untuk fecal coliform kurang dari 10 per 100 ml.

Pada sumber air yang menggenang dan tersinar matahari sering kali terdapat cyanobacteria (Blue-green algae). Beberapa jenis cyanobacteria tersebut dapat menimbulkan keracunan pada hewan ternak.

·
zat / senyawa lainnya


Cara mengurangi kontaminasi bakteri

Desinfektan

Desinfektan yang sering digunakan adalah chlorine. Chlorine merupakan senyawa oksidatif yang kuat sehingga mampu membunuh bakteri dalam konsentrasi kecil. Penggunaan chlorine untuk jangka panjang tidak direkomdasikan karena memungkinkan berikatan dengan senyawa lain membentuk trihalomethan yang bersifat karsinogenik.

Sinar ultraviolet

Efektivitas sinar uv tergantung pada kemampuan radiasinya melewati air. Pada air yang keruh perlu dilakukan filtrasi terlebih dulu agar  bisa mencapai mikroorganisme.

Mengurangi kadar Nitrat, Sulfat dan mineral dalam air

Destilasi

Prinsip destilasi adalah air dipanaskan hingga menjadi uap kemudian uap tersebut ditampung dan didinginkan kemudian air ditampung kembali (diembunkan).

Reverse osmosis (R/O)

Air dipisahkan dari  nitart sulfat dan mineral lain dengan menggunakan membrane semi permiabel dengan tekanan tinggi.

Ion exchange system (system pertukaran ion)

Air dilewatkan sebuah  bahan penukar kation (biasanya sejenis resin) yang memiliki kemampuan mengikat mineral lebih kuat. Akibatnya mineral yang terlarut dalam air akan diikat oleh resin sedang sisanya akan terus mengalir dan hasilnya adalah air yang lebih bersih.

Perlakuan

Bakteri

Sulfat

Nitrat

TDS

Hardness

Chlorine

V

Sinar UV

V

Reverse Osmosis

V

V

x

x

Destilasi

V

V

x

x

Pertukaran ion

x

x

x

x

V=menghilangkan kontaminan; x= mengurangi
kontaminan

Referensi:

D. Ward and K. McKague. 2007. Water Requirements of Livestock. Factsheet order no. 07-023. Ministry of Agriculture, Food and Rural Affairs. Ontario

Greg Markwick. 2007.Water requirements for sheep and cattle. Primefact 326. State of New South Wales. www.dpi.nsw.gov.au

Jim Linn and Mary Raeth-Knight. Water Quality and Quantity for Dairy Cattle. Department of Animal Science, University of Minnesota

Lance Brown. 2006. Livestock Watering Requirements Quantity and Quality. Livestock Watering Factsheet Order No. 590.301-1. British Columbia Ministry of Agriculture and Lands. Abbotsford, BC

Richard S. Adams and William E. Sharpe. Water intake and quality for dairy cattle. Department of Dairy and Animal Science The Pennsylvania State University. Pennsylvania

Subcommittee on Dairy Cattle Nutrition, Committee on Animal Nutrition, National Research Council. 2001. Nutrient Requirements of Dairy Cattle: 7th Revised Edition. National Academy Press. Washington D.C.

2 Komentar (+add yours?)

  1. DIFA
    Des 13, 2010 @ 13:04:53

    selain itu, sitem terbaik untuk penyediaan air minum adalah adlibitum…

    Balas

  2. taufan
    Mei 23, 2011 @ 11:14:04

    wah trims banget…infonya cukup membantu, salam peternak :)

    Balas

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.