Kasus Haematoma pada Sapi Perah
19 Jan 2011 Tinggalkan sebuah Komentar
in my Cases, penyakit Tag:absces, haematoma sapi, hernia sapi, laparatomi, operasi sapi
Temuan kasus
Seekor sapi perah FH laktasi ke 3 dilaporkan partus 6 hari yang lalu. Kelahiran berjalan lancar, plasenta keluar normal. Mulai hari ke 3 post partus terlihat adanya benjolan pada daerah perut bawah sebelah kanan, makin hari semakin bertambah besar.
Ketika dilakukan pemeriksaan, Sapi terlihat lesu, tetapi nafsu makan dan minum masih bagus. Dari hasil Palpasi daerah abdominal yang mengalami pembengkakan terasa berisi cairan dan materi setengah padat, ketika kulit ditekan lama untuk kembali ke bentuk seperti semula dan sapi mengalami kesakitan. Otot sekitar flank kanan terlihat tegang. Palpasi per vaginal tidak di temukan adanya rupture pada saluran reproduksi. Suhu tubuh 38,9 0C.
Diagnose yang mungkin
- Peritonitis
- Hernia
- Abscess
- Haematoma
Penanganan
Berdasarkan berbagai pertimbangan, saya memutuskan melakukan laparatomi daerah flank kanan untuk menguatkan diagnose. Setelah dilakukan laparatomi, saya lakukan palpasi ke dalam rongga abdomen, palpasi dinding abdomen dan organ pencernaan. Hasil palpasi menunjukkan tidak adanya perobekan dinding abdomen atau terjadinya hernia. Timbunan cairan terasa berada diluar dinding abdomen.
Setelah selesai menutup luka laparatomi, saya lakukan penyayatan bagian kulit yang mengalami pembengkakan. Setelah ditusuk dengan gunting, langsung keluar cairan berwarna kemerahan, cairan berbau sedikit anyir. Setelah cairan keluar, dilakukan penusukan daerah subcutan, keluar gumpalan-gumpalan darah yang banyak, diikuti cairan yang terus menetes. Gumpalan dan cairan terus dikeluarkan semaksimal mungkin dengan membuat beberapa sayatan di bagian lain sambil di tusuk menyebar dibawah kulit. Setelah dilakukan pengeluaran secara maksimal saya lakukan penutupan kulit bekas sayatan, kecuali lubang paling bawah saya biarkan tebuka karena cairan masih terus menetes keluar.
Terapi yang dilakukan setelah laparatomi dan pengeluaran cairan adalah pemberian infuse Glukosa, injeksi antibiotic (penstrep*) selama 3 hari dan multivitamin.
Setelah sekitar 5 hari pasca operasi luka bekas sayatan terlihat mengecil, tetapi cairan yang keluar berubah menjadi nanah (pus). Saya sarankan kepada pemilik untuk mengurut/mengeluarkan nanah setiap hari. Dan saya dilakukan injeksi multivitamin secar berkala.
Tiga minggu pasca operasi bekas luka sudah kering dan nanah tidak keluar lagi. Daerah bekas pembengkakan sudah merapat kembali tetapi teraba keras dan tebal.








Komentar Terakhir