WASPADAI ANTHRAX
26 Feb 2011 1 Komentar
in penyakit Tag:anthraks sapi perah, anthrax, penyakit zoonosis, sapi perah mati
Baru saja masyarakat Jawa Tengah dihebohkan kembali dengan adanya 9 orang yang diduga menderita penyakit Antraks sehabis mengkonsumsi daging sapi. Terlepas dari benar/tidaknya dugaan tersebut, tidak ada salahnya kita mengenal lagi lebih lanjut mengenai penyakit Antraks.
ANTRAKS (ANTHRAX)
Antraks atau Anthrax adalah penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia (Zoonosis) yang disebabkan bakteria Bacillus anthracis. Sebutan penyakit ini bermacam-macam: Radang Kura, Radang Limpa, Malignant Pustula, Malignant Edema, Woolsoster’s Disease, Ragpickers Disease, Splenic Fever.
Anthraks merupakan salah satu zoonosis yang penting dan sering menyebabkan kematian pada manusia. Antraks sudah dikenal sejak zaman Mesir kuno, wabah pertama di indonesia tahun 1832 di Kab. Kolaka – Sultra. Antraks dapat ditemukan di seluruh dunia, terutama di negara-negara berkembang atau negara-negara tanpa program kesehatan umum untuk penyakit-penyakit hewan.
B. anthracis
Bakteri ini berbentuk batang dengan ukuran panjang 3-8 чm dan berkapsul. Toksin dari B. anthracis terdiri dari tiga jenis, yaitu protective antigen (PA) yang berasal dari kapsul poly D- glutamic acid, edema factor (EF), dan lethal factor (LF).
Toksin PA dan LF akan mengakibatkan aktivitas yang letal, EF dan PA akan mengakibatkan penyakit edema, toksin EF dan LF akan saling merepresi (inaktif), sedangkan jika ada ketiga toksin tersebut (PA, LF, dan EF), maka akan mengakibatkan edema, nekrosis dan pada akhirnya mengakibatkan kematian.
Di alam bebas bakteri ini membentuk spora. Spora B. anthracis tahan puluhan tahun dalam tanah dan bisa menjadi sumber penularan pada hewan dan manusia.
Tetapi spora B. anthracis mati bila :
- Dioven pada suhu 140 c selama 3 – 4 jam
- Dididihkan pada suhu 100 c selama 10 menit
- Dengan Otoklaf suhu 120 c tekanan 2 atm selama 30 menit.
ANTRAKS PADA HEWAN
Antraks paling sering menyerang hewan herbivora seperti sapi, domba, kambing, unta dsb namun juga dapat menjangkiti manusia karena terekspos hewan-hewan yang telah dijangkiti, jaringan hewan yang tertular, atau spora antraks dalam kadar tinggi.
Hewan ternak terinfeksi antraks biasanya karena memakan rumput yang mengandung spora B. anthracis. Bila spora anthrax masuk ke dalam tubuh dan kemudian sudah tersebar di dalam peredaran darah, akan terakumulasi dalam system limpa, maka infeksi akan mulai terjadi. Racun dari toksin yang dihasilkan oleh sel vegetatif tersebut akan mengakibatkan pendarahan internal (internal bleeding) sehingga mengakibatkan kerusakan pada beberapa jaringan bahkan organ utama.
Gejala Antraks pada Hewan Ternak
Gejala klinis ante-mortem pada bentuk perakut dan akut mungkin tidak terlihat. Penyakit bentuk subakut bisa diikuti oleh demam progresif, nafsu makan hilang, depresi, lemah, dan kematian. Pada penyakit bentuk kronis bisa terlihat pembengkakan lokal, demam, pembengkakan limpoglandula.
Post-mortem. Lesi-lesi umum terlihat pada binatang septicemia umum yang sering diikuti dengan pembesaran limpa. Gejala umum yang timbul ialah darah segar keluar dari mulut, telinga dan dubur atau alat kelamin.
ANTRAKS PADA MANUSIA
Penularan pada manusia bisa lewat kontak langsung spora yang ada di tanah, tanaman, maupun bahan dari hewan sakit (kulit, daging, tulang atau darah); mengonsumsi produk hewan yang kena antraks: atau melalui udara yang mengandung spora, misalnya, pada pekerja di pabrik wool atau kulit binatang.
Gejala
Menurut gejala yang timbul, Antraks pada manusia dapat dibedakan menjadi 4 jenis:
1 Antraks kulit ( cutaneous anthrax )
2 Antraks pencernakan/usus (intestinal antrhax)
3 Antraks peranafasan/pulmoner (pulmonary anthrax )
4 Antraks peradangan otak (meningitis anthrax)
Antraks kulit ( cutaneous anthrax )
Infeksi kulit berawal sebagai benjolan merah-coklat yang membesar disertai pembengkakan di sekelilingnya. Benjolan berubah menjadi lepuhan dan mengeras, kemudian tengahnya pecah dan mengeluarkan cairan bening, lalu membentuk keropeng yang berwarna hitam. Kelenjar getah bening di daerah yang terkena bisa membengkak, dan penderita merasakan tidak enak badan, kadang ototnya terasa sakit, sakit kepala, demam, mual dan muntah.
Antraks pulmoner (pulmonary anthrax; penyakit woolsorter) terjadi akibat menghirup spora dari bakteri antraks. Spora membelah diri di dalam kelenjar getah bening yang terletak di dekat paru-paru. Kelenjar getah bening kemudian pecah dan berdarah, menyebarkan infeksi ke struktur terdekat di dalam dada. Di dalam paru-paru dan di dalam rongga antara paru-paru dan dinding dada tertimbun cairan yang terinfeksi. Pada mulanya, gejalanya samar-samar dan menyerupai flu. Tetapi selanjutnya, demam semakin memburuk dan dalam beberapa hari terjadi gangguan pernafasan yang hebat, yang diikuti oleh syok dan koma. Juga bisa terjadi infeksi otak dan selaputnya (meningoensefalitis).
Antraks pencernakan/usus (intestinal antrhax ) jarang terjadi. Bakteri yang ikut masuk dalam saluran pencernaan dapat tumbuh di dalam dinding usus dan melepaskan racun yang menyebabkan perdarahan luas dan kematian jaringan atau gangren. Jika menyebar ke dalam aliran darah, infeksi ini bisa berakibat fatal
Antraks peradangan otak (meningitis anthrax) terjdi akibat komplikasi atau lanjutan dari ketiga jenis antraks lainnya
Pengobatan
Secara umum, perawatan untuk penyakit anthrax dapat dilakukan dengan pemberian antibiotik, biasanya penisilin, yang akan menghentikan pertumbuhan dan produksi toksin. Pemberian antitoksin akan mencegah pengikatan toksin terhadap sel. Terapi tambahan, seperti sedation (pemberian obat penenang).
Namun, pada level toksin sudah menyebar dalam pembuluh darah dan telah menempel pada jaringan maka toksin tidak dapat dinetralisasi dengan antibiotik apapun, maka kemungkinan akan terjadi kematian.
PENCEGAHAN AGAR TERHINDAR DARI ANTRAKS
- Menjaga kebersihan kandang ternak
- Vaksinansi secara rutin hewan ternak yang peka terhadap antraks (sapi, kerbau, domba, kambing dan kuda)
- Bangkai hewan yang mati karena terkena anthraks, tidak boleh dibuka dan sebaiknya segera dibakar atau dikubur ke dalam lubang sedalam 2,5 m, lalu diberi kapur dan ditimbun kembali dengan tanah
- Hindari hewan untuk kontak dengan peralatan barang yang tercemar bekas antraks
- Jangan menyentuh atau mengkonsumsi bahan makanan yang berasal dari hewan yang dicurigai terkena antraks.
Mencuci bersih dan memasak bahan makanan sampai matang sempurna. - Belilah hewan ternak di tempat pembibitan ataupun penggemukkan yang terjamin kualitas dan kesehatannya.
- Segera bawa ke dokter jika ada anggota keluarga yang menunjukkan gejala sakit seperti gejala antraks dan mempunyai riwayat habis mengkonsumsi daging atau menyentuh hewan ternak yang mati yang di duga akibat antraks.
- Waspadai perubahan musim dari kemarau ke musim hujan. permukaan tanah yang tererosi air hujan, maka spora muncul kepermukaan bersama tunas rumput yang kemudian termakan hewan ternak.
- Waspadai perubahan musim dari kemarau ke musim hujan. permukaan tanah yang tererosi air hujan, maka spora muncul kepermukaan bersama tunas rumput yang kemudian termakan hewan ternak. (Berbagai sumber)





Feb 27, 2011 @ 23:32:55
nice artikel bro
viva veteriner